Uang, Tenaga dan Waktu

Dalam kehidupan manusia ada tiga hal penting yang mana ketiganya tidak akan berada pada kondisi idealnya pada saat yang bersamaan. Tiga hal itu adalah uang, tenaga dan waktu. Uang idealnya adalah punya dalam jumlah banyak. Semua orang pasti ingin punya banyak uang. Tenaga idealnya adalah kuat. Semua orang pasti ingin mempunyai tubuh yang kuat. Waktu idealnya adalah punya dalam jumlah yang banyak juga. Semua orang ingin punya banyak waktu supaya bisa melakukan kegiatan yang mereka perlukan. Semua kondisi ideal tersebut tidak akan berada pada posisi puncaknya secara bersamaan.

Pada masa muda kita punya tenaga yang kuat, waktu luang banyak tersedia, namun kita tidak punya banyak uang. Saya ingat masa-masa pertama kuliah dulu. Sering sekali saya dan teman-teman berkumpul, bergurau, jalan-jalan dan kegiatan bersama lainnya. Waktu itu pernah sekali waktu saya ingat pergi jalan-jalan bersama ke kebun teh Pagilaran Batang. Pada waktu perjalanan pulang ternyata hujan sangat deras. Namun kami semua tetap meneruskan perjalanan tanpa memperdulikan guyuran hujan dan dinginnya terpaan angin bahkan tanpa mengenakan jas hujan. Hebatnya, tidak ada dari kami yang masuk angin atau pusing sekalipun. Besoknya kami tetap kumpul-kumpul lagi seperti biasa bersiap-siap mengikuti kuliah. Namun kebanyakan dari kami dalam mengikuti kuliah jarang yang mempunyai buku materi kuliah, bahkan untuk memfotokopi sekalipun. Masalah klasik, tidak punya uang untuk membeli buku. Dan ketika masa registrasi tiba, kami semua berklebat sendiri-sendiri mencari dana untuk melunasi kewajiban. Ada yang ngutang, ada yang nodong orang tua, ada yang menguras tabungan sampai ludes, dan berbagai macam cara lainnya.

Kemudian memasuki masa produktif, yaitu masa kerja. Ketika memasuki masa kerja kita punya banyak uang, tenaga kuat, namun sangat miskin waktu. Ketika berada pada masa kerja, semua usaha dan kegiatan kita selalu dihitung harga. Gaji yang diterima tiap periode tertentu adalah harga yang dibayarkan kepada kita atas tenaga yang kita berikan pada pekerjaan kita. Di samping kegiatan mengajar setiap hari, banyak rekan-rekan kuliah saya dulu sekarang nyambi ngelesi anak-anak didiknya. Dan tentu saja, itu adalah pemasukan sampingan yang bisa menambah penghasilan mereka. Tidak hanya itu, mereka juga sering diberi tugas melaksanakan kegiatan di luar KBM semisal ekstrakurikuler Pramuka, administrasi sekolah, pembina event lomba dan lain sebagainya. Banyak teman-teman saya yang ngelesi tiap hari dengan jadwal yang super padat. Habis pulang sekolah ada jadwal, sore-sore ada les privat, malamnya ada lagi yang minta diberi jam tambahan. Dibutuhkan tenaga ekstra untuk melakukan semua hal tersebut. Kadang untuk menghadapi akreditasi ataupun monitoring kita harus bekerja sampai malam untuk melengkapi segala administrasi yang kurang. Saya sendiri pernah pulang dari sekolah sampai jam 9 malam. Memang sangat melelahkan, namun tidak butuh waktu lama untuk memulihkan tenaga kita lagi. Tidak ada lagi waktu untuk berkumpul bareng teman-teman untuk sekedar bergurau ataupun refreshing. Semua tenaga dan waktu ditumpahkan untuk pekerjaan. Ketika ada inisiatif dari salah satu teman untuk mengadakan reuni kecil-kecilan, berbagai macam permintaan maaf ramai-ramai diucapkan karena tidak bisa mengikuti acara dengan alasan bentrok dengan pekerjaan. Ada yang urusan keluarga, ada yang lembur sampai malam, ada yang ngelesi tiap hari tidak bisa ditinggal, dan lain sebagainya. Begitu miskinnya waktu yang kita punya, bahkan untuk waktu istirahat pun sampai berkurang demi pekerjaan yang menghasilkan uang.

Setelah itu kita akan memasuki usia tua. Pada usia tua kita punya uang, punya waktu, namun tenaga kita sudah jauh berkurang. Kita punya uang hasil tabungan kita selama masa kerja dulu, ataupun dari pemasukan usaha kita yang sudah mapan. Volume makan pun berkurang. Jika waktu muda dulu kita sanggup menghabiskan lebih dari tiga piring nasi sehari, saat usia tua terkadang hanya cukup setengah porsi saja sudah kenyang. Selain itu juga banyak waktu tersedia untuk hal-hal yang dulu jarang dilakukan. Kita selalu ada untuk dikunjungi anak cucu kita. Kita bisa bergurau bermain dengan cucu-cucu yang menggemaskan. Banyak waktu tersedia untuk keluarga. Namun kita harus menjaga kondisi tubuh kita agar senantiasa bugar. Kesehatan adalah hal utama. Jika waktu muda dulu kehujanan pun masih tahan, saat usia tua kena angin malam pun badan terasa tidak enak. Jika dulu makanan berkolesterol tinggi pun kita santap dengan nikmat, saat usia tua daftar pantangan makanan yang tidak boleh dimakan semakin panjang. Itu semua dilakukan karena tubuh kita sudah tidak kuat lagi beraktifitas dengan frekuensi tinggi karena menurunnya kekuatan fungsi organ tubuh. Tubuh kita menjadi rentan terhadap ancaman penyakit.

Itulah tiga hal penting dalam hidup kita yang harus kita pahami. Kita harus tahu pada kondisi apa kita berada. Hal itu penting agar kita bisa mensiasati segala kekurangan kita. Kita tidak akan bisa menghindar dari kelemahan sebagai sifat dasar manusia. Mensikapi segala kekurangan adalah hal bijaksana yang semestinya kita lakukan. Sekarang coba Anda renungkan, apa yang tidak Anda punyai saat ini? Uang, tenaga atau waktu?

5 Responses to Uang, Tenaga dan Waktu

  1. Budy says:

    Semakin hari, manusia semakin tua dan melemah. Kita harus mempersiapkannya dari masa muda ya, agar kelak pas di hari tua kita tidak pusing memikirkannya.

  2. anita says:

    alhamdulillah…q sdh pnya solusi 3 hal di atas…mau??? hehe

  3. anita says:

    salah sendiri cobanya yg merugikan sie jd ga dpt untung mlh buntung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: