Pendidikan, Embrio Teknologi

Tidak ada yang bisa menyangkal bahwa teknologi lahir dari pendidikan. Kemajuan teknologi saat ini adalah wujud dari pendidikan. Dari pendidikan-lah barometer peradaban manusia diukur. Semua disiplin ilmu yang ada di muka bumi berada dalam koridor pendidikan. Teknologi tidak muncul begitu saja. Teknologi adalah hasil pemikiran-pemikiran mendalam tentang materi alam semesta, mulai dari hal-hal yang terjangkau panca indera manusia sampai yang tidak terdeteksi sama sekali. Pemikiran-pemikiran tersebut terbungkus dalam ilmu pengetahuan, dan ilmu pengetahuan terkoordinir dalam pendidikan.

Penemuan-penemuan ilmiah oleh para ilmuwan terdahulu dipelajari secara mendalam lewat pendidikan tinggi. Di situ ilmu diperdalam dan dikembangkan baik secara teori maupun aplikasi. Kemudian lahirlah penemuan-penemuan baru yang berasal dari pengembangan ilmu yang sudah ada.

Ambil contoh, penemuan tentang arus listrik pada masa lampau sangatlah sederhana. Seiring berjalannya waktu, pengetahuan tentang arus listrik semakin berkembang pesat. Saat ini sudah dipelajari tentang listrik tegangan tinggi dan tegangan rendah, cara membagi tegangan, cara membagi arus, benda-benda yang bisa menghantarkan dan menghambat arus listrik, dan lain sebagainya. Lebih lanjut, listrik makin berkembang dari yang versi analog ke versi digital sehingga lahirlah cabang ilmu baru. Perkembangan digital pun semakin pesat karena ternyata lebih powerful dari versi analog. Teknologi digital menawarkan efisiensi tinggi dengan mengkonsumsi daya rendah namun berkemampuan ekstra. Saat ini hampir semua peralatan elektronik menggunakan teknologi digital. Lihat saja, jaman sekarang semua produk televisi sudah menggunakan remote sebagai pengendali jarak jauh. Semua rangkaian televisi mulai dai power supply, system tuning, vertical-horizontal deflection, luminance, chroma, dan lain-lain, dikontrol secara digital.

Ilustrasi di atas menggambarkan bahwa pendidikan dapat melahirkan teknologi. Dengan koordinasi dan arah yang jelas, terbukti bahwa pendidikan adalah penopang utama peradaban manusia. Penemuan-penemuan terbaru saat ini adalah hasil dari pendidikan yang terarah. Tanpa pendidikan yang baik, mustahil kesejahteraan manusia bisa seperti sekarang ini.

Jadi jelas, pendidikan sebagai embrio teknologi (se)harus(nya) menjadi prioritas utama dalam mengusung sebuah kemajuan. Jika diibaratkan mata rantai, maka semuanya saling terkait. Dan karena pendidikan merupakan embrio teknologi, maka seharusnya para praktisi pendidikan khususnya tenaga pendidik tidak perlu alergi menggunakan teknologi. Sangatlah aneh jika para pendidik justru takut menggunakan teknologi yang notabene adalah hasil produknya sendiri.

Dengan semakin gencarnya lesatan teknologi, sudah saatnya para tenaga pendidik tidak merasa takut menggunakan teknologi. Gunakanlah teknologi untuk menunjang kinerja dan kemampuan profesionalisme. Banyak sekali manfaat yang didapat seandainya bisa mengeksplorasi kecanggihan teknologi. Sudah waktunya kita sadar dan mulai menggunakan teknologi untuk meningkatkan kinerja kita.

2 Responses to Pendidikan, Embrio Teknologi

  1. M Mursyid PW says:

    Sy suka dengan kalimat terakhir ‘Sudah waktunya kita sadar dan mulai menggunakan teknologi untuk meningkatkan kinerja kita.’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: