Stereogram : Gambar 3D yang tersembunyi Dalam 2D

Saya pertama kali mengenal stereogram saat masih usia SD sekitar 11 tahun. Saat itu kakak saya membawa sebuah majalah yang salah satu artikelnya memuat tentang stereogram. Ada beberapa contoh gambar stereogram dalam artikel tersebut, dan ada dua gambar yang berukuran besar. Saya penasaran, seperti apa stereogram itu. Saya amati terus salah satu gambar tersebut, dan hasilnya tidak menemukan apa-apa selain titik-titik kecil yang berwarna-warni. Kakak saya mengatakan bahwa gambar itu membentuk sebuah bintang dengan pola yang bertumpuk. Saya juga diberi tahu cara melihat gambar tersebut. Namun tetap tidak berhasil. Selang beberapa hari kemudian, saya amati gambar tersebut sambil menerawang dan berpikir, bagaimana bisa gambar titik-titik berwarna-warni itu membentuk sebuah gambar bintang? Tak disangka, saya melihat sebuah efek yang agak kabur dari gambar tersebut. Saya jadi bersemangat, pelan-pelan saya terawang gambar tersebut sambil terus menjaga pandangan berusaha untuk menangkap efek tersebut. Akhirnya, sampailah saya pada sebuah pemandangan yang waktu itu sangat menakjubkan : formasi bintang bertumpuk persis seperti yang dikatakan kakak saya…! Wow, indah sekali. Saya segera berpindah ke gambar lain, dan dengan teknik cara pandang yang sama saya menemukan berbagai bentuk pola tiga dimensi yang sangat mengagumkan. Ada bentuk manusia, gelas, pemandangan, dan masih banyak lagi. Sejak saat itulah perkenalan saya dengan gambar stereogram semakin akrab.

Saat masih duduk di kelas tiga SMP, ada kegiatan kunjungan ke sebuah pameran pembangunan. Ada salah satu stand yang memajang gambar stereogram berukuran besar dan diberi bingkai. Saya pandangi gambar tersebut, dan ternyata membentuk sebuah gambar dinosaurus di dalam gua. Saya pandangi gambar tersebut agak lama, dan teman-teman saya waktu itu agak bingung, kenapa saya betah berlama-lama di depan gambar itu. Saya katakan bahwa itu gambar dinosaurus, mereka semua melongo. Mungkin saya dianggap sudah gila. Tapi saya memang melihat bentuk dinosaurus dalam gambar tersebut, dan itu nyata.

Apa sebenarnya stereogram itu?

Stereogram adalah ilusi optik sebuah bentuk kedalaman yang dibuat dari benda datar gambar dua dimensi. Dalam arti sebenarnya, stereogram mengacu pada sepasang gambar stereo yang bisa dilihat menggunakan stereoscope. Jenis stereogram yang lain termasuk anaglyph dan autostereogram. Stereogram ditemukan oleh Charles Wheatstone pada tahun 1838. Dia menemukan fakta tentang pandangan binocular yang menuntunnya untuk membuat sebuah stereoscope yang bekerja berdasarkan kombinasi prisma dan cermin untuk melihat gambaran tiga dimensi dalam gambar dua dimensi. Oliver Wendell Holmes menyempurnakan struktur penyusun stereoscope pada tahun 1861, yang mana tidak menggunakan cermin sehingga biaya pembuatan semakin murah. Stereoscope jenis ini ini menjadi sangat terkenal selama beberapa puluh tahun. Stereogram kembali dipopulerkan dengan kreasi autostereogram yang dibuat dengan komputer : sebuah gambar tiga dimensi yang tersembunyi dalam gambar dua dimensi, sedemikian rupa sehingga mata kita harus difokuskan tepat untuk melihat efek menakjubkan tersebut. Seri buku Magic Eye adalah contoh yang paling terkenal. Buku ini mengatakan bahwa autostereogram adalah stereogram itu sendiri. Hal ini mengubah opini publik sehingga menganggap kata stereogram adalah sinonim dari autostereogram. Salvador Dall berhasil membuat gambar-gambar stereogram yang menakjubkan dalam penelitiannya mengenai barbagai macam ilusi optik (wikipedia.org).

Bagaimana cara melihat efek gambar stereogram? Ada dua cara:

1. Pandangan lurus. Fokuskan pandangan sejauh-jauhnya, seakan-akan kita sedang menerawang. Jangan pandang obyek yang ada pada gambar, namun fokuskan pandangan jauh di belakang gambar. Misal, pandanglah awan di langit, kemudian letakkan gambar stereogram kurang lebih 25 cm di depan mata kita dengan pandangan tetap fokus ke langit. Terus berusaha sampai kita mendapatkan efek tiga dimensi tersebut. Jika belum bisa ulangi terus.

2. Pandangan silang. Fokuskan pandangan sedekat-dekatnya, seakan-akan kita melihat benda yang kecil. Kemudian letakkan gambar stereogram di depan mata kita kira-kira 18-25 cm. Terus berusaha sampai kita menangkap efek tersebut. Cara ini lebih sulit karena mata harus bekerja keras untuk memfokuskan pandangan jarak dekat. Mata akan cepat lelah dan saya sarankan jangan berlama-lama dengan cara ini.

Berikut ini adalah contoh gambar stereogram.

Pada gambar di atas, akan terlihat pola kubus besar di tengah dan kubus-kubus putih kecil melayang di atasnya.

Gambar di atas adalah karakter wajah yang sedang tersenyum.

Dan gambar di atas adalah gambar sebuah cangkir.

Sekarang, dapatkah Anda menebak gambar apa saja yang ada pada gambar stereogram berikut?

Itulah beberapa gambar stereogram yang saya ambil dari beberapa situs. Apakah Anda bisa menangkap obyek 3D dalam gambar-gambar tersebut?

Selengkapnya lihat di sini.

(Diolah dari berbagai sumber)

About these ads

6 Responses to Stereogram : Gambar 3D yang tersembunyi Dalam 2D

  1. A N Abby says:

    Terima kasih Bro, saya mohon ijin ikutan download hasil karya anda…

    Salam Hormat,
    - A N Abby -

  2. tuaffi says:

    masih gag tau gimana cara liatnya :(

    • Sbenarnya mudah. Fokuskan pandangan jauh ke depan, seperti saat anda melihat awan di langit. Pertahankan posisi itu, kemudian pelan-pelan tempatkan gambar stereogram kira-kira 30 cm di depan wajah anda. Lakukan berulang-ulang sampai berhasil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: