Internet Bukan (Hanya) Facebook

Jika kita mendengar kata Facebook, pikiran kita secara otomatis digiring pada sebuah situs yang menawarkan sosialisasi dunia maya. Facebook memang situs yang berfungsi sebagai social networking bagi penggunanya. Di sana kita bisa bebas mencari teman sebanyak-banyaknya. Situs bikinan Mark Zuckenberg ini awalnya hanya untuk kalangan mahasiswa di Havard University. Namun karena kepopulerannya maka situs ini bisa merambah seluruh dunia dan menjadi situs social networking terbesar bersama Twitter yang diakses penggunanya. Begitu besarnya gaung Facebook sampai-sampai muncul jargon : hari gini ga punya Facebook?

Efek Facebook berdampak sangat luas. Asal tahu saja, sejak booming Facebook sekitar dua tahun yang lalu, banyak bermunculan usaha-usaha warnet yang tumbuh bagaikan jamur di musim hujan. Pendapatan mereka meningkat dengan banyaknya pelanggan yang mengakses Facebook lewat warnet mereka. Hal ini jelas berdampak positif dari segi ekonomi.

Dengan semakin berkembangnya teknologi, Facebook tidak hanya bisa diakses lewat komputer, tapi juga melalui handphone. Kompatibilitas ini menjadikan kepopuleran Facebook makin tak terbendung. Mereka sekarang tidak perlu lagi datang ke warnet untuk untuk mengakses Facebook. Mereka dapat mengakses Facebook di mana saja dan kapan saja lewat handphone mereka. Sebuah kemudahan akses yang didambakan semua kalangan.

Namun demikian, fenomena ini menjadikan sebuah efek black hole. Tiap kali kita mengakses internet, Facebook-lah tujuannya. Banyak sekali kita melihat orang orang yang asik ber-Facebook-an dengan handphone mereka. Pagi siang malam, yang dilihat cuma Facebook. Mereka begitu gembira jika update status mereka dikomentari banyak teman. Mereka begitu antusias jika melihat ada konfirmasi pertemanan, dan tanpa pikir panjang langsung menambahkan ke daftar teman. Begitu bangganya mereka jika punya banyak teman, bahkan sampai ratusan. Tak peduli kenal atau tidak, yang jelas makin banyak teman makin senang. Tentu cukup keren jika account Facebook kita dilihat banyak orang.

Pada akhirnya pengetahuan kita tentang internet tidak bertambah. Yang kita tahu hanya Facebook, yang kita bicarakan hanya Facebook. Lihai sekali kita update status Facebook. Ibarat katak dalam tempurung, yang kita tahu hanya itu-itu saja.

Padahal jika kita mau, internet adalah gudang informasi. Internet adalah jendela dunia, bukan sekedar update status dan bicara ngalor-ngidul-ngetan-ngulon tak tentu arah. Internet adalah dunia yang luas. Kita bisa mencari dokumen, lagu, video, jual-beli, dan lain sebagainya. Kalau yang kita buka lagi-lagi Facebook, kapan pengetahuan kita bertambah?

Internet bukan (hanya) Facebook. Jadi, gali pengetahuan lewat internet, cari informasi lewat internet. Jangan hanya pintar update status atau berkomentar.

3 Responses to Internet Bukan (Hanya) Facebook

  1. Huda says:

    Betul-betul-betul….

  2. Setuju Pak,…main facebook memang biasa…tapi kalau bisa jangan dibiasakan, masih banyak pengetahuan yang perlu kita gali melalui dunia maya, Terima kasih telah berkunjung. Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: