Penguasaan TIK Sebagai Kunci Pembelajaran Modern

A. Gambaran Umum Teknologi

Di era milenium ini sebagian besar kehidupan manusia sudah ditopang oleh teknologi. Tidak bisa dipungkiri peran teknologi dalam membangun kebudayaan sebuah masyarakat yang modern sangatlah penting. Semua bidang yang membentuk sebuah masyarakat tersebut sudah mengandalkan teknologi. Perekonomian, pemerintahan, pendidikan, kedokteran, militer, otomotif, komunikasi, transportasi dan lain sebagainya, adalah beberapa bidang yang memanfaatkan kemajuan teknologi. Kebutuhan manusia akan teknologi sudah semakin kompleks. Hal ini menuntut keahlian dan skill penguasaan teknologi.

Dalam dua dekade ini kemajuan teknologi sudah sedemikian cepat. Jika kita bandingkan dua puluh tahun silam, keadaan sekarang sudah jauh berbeda dengan pada masa itu. Contoh, pada masa itu televisi masih menjadi barang mewah. Orang-orang yang punya televisi dianggap orang kaya, dan pada waktu itu siaran televisi pun masih di-monopoli pusat. Bandingkan dengan sekarang, berbagai jenis televisi dengan berbagai ukuran bisa didapatkan bahkan dengan harga yang cukup terjangkau.

Fenomena ini merupakan tantangan bagi kita. Sejauh mana langkah kita dalam mengikuti jejak teknologi. Jika kita ibaratkan dengan seleksi alam, maka teknologi akan menggerus siapa saja yang tidak sanggup mengikutinya, dan akan digantikan oleh mereka yang senantiasa mengikuti kemana arah alur teknologi berjalan.

Pada hakekatnya, teknologi diciptakan untuk membantu dan meringankan tugas manusia, bukan menggantikan peran manusia. Manusia yang mengkreasi teknologi, sudah sepantasnya manusia pula yang memegang kendali terhadap teknologi. Manusia adalah otak dari teknologi. Secanggih apapun teknologi tidak akan sanggup menggantikan manusia. Jika sedikit dipikir, seharusnya kita yang menguasai teknologi. Namun jika yang terjadi sebalikya, maka benarlah prediksi yang ada dalam film Terminator : pada akhirnya manusia hancur oleh mesin buatan mereka sendiri. Meskipun fiksi, ilustrasi film tersebut menggambarkan betapa dahsyatnya kekuatan teknologi. Apa jadinya jika manusia dikendalikan oleh mesin?

Gambaran di atas mengingatkan kita akan pentingnya penguasaan teknologi, terutama yang sedang digalakkan di Indonesia, yaitu penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Paparan TIK sudah sedemikian luas mengingat TIK sendiri mempunyai definisi yang cukup luas. Dalam skala kecil, seseorang yang bisa mengetik dokumen dengan komputer dan mencetaknya sudah bisa dikatakan menguasai TIK, meskipun hanya itu kemampuan yang dia bisa. Penguasaan TIK menjadi hal yang sangat penting untuk menunjang profesi.

B. TIK Dalam Pendidikan

Dalam dunia pendidikan, penguasaan TIK mutlak diperlukan untuk memberi nilai lebih pada pendidikan itu sendiri. Hal-hal yang bersifat teknis akan mudah diselesaikan dengan penggunaan TIK. Kita contohkan di perguran tinggi, sudah banyak perguruan tinggi yang memfasilitasi kampus mereka dengan jaringan hotspot. Para mahasiswa bisa mengakses internet dengan hotspot kapan saja untuk mencari informasi materi perkuliahan, bahkan ada yang sudah menggunakan sistem kuliah online. Tak hanya pendidikan tinggi saja, departemen pendidikan pun sudah memanfaatkan TIK untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan meluncurkan program Buku Sekolah Elektronik (BSE), meskipun dalam prakteknya BSE menuai banyak kritik dalam hal pendistribusian.

Pemanfaatan TIK untuk pendidikan terbukti dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Jika kita bandingkan dengan negara-negara maju, TIK memegang peranan penting dalam menyokong proses pendidikan. Bandingkan dengan Indonesia, jelas masih jauh tertinggal.

C. TIK Dalam Proses Pembelajaran

Pendidikan tidak akan terlepas dari proses pembelajaran. Pembelajaran adalah inti pokok pembentuk wajah pendidikan itu sendiri. Jika pembelajaran berjalalan baik, maka pendidikan akan berkualitas. Lalu bagaimanakah proses pembelajaran yang baik itu? Pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang mampu menanamkan konsep-konsep disiplin ilmu dengan cara yang mudah dipahami oleh peserta didik. Untuk menanamkan konsep-konsep ilmu tersebut ternyata tidak mudah. Diperlukan metode yang sesuai mengingat karakter tiap-tiap peserta didik berbeda-beda.

Proses pembelajaran pada hakekatnya adalah mentransfer ilmu dari pendidik ke peserta didik. Dalam proses transfer tersebut diperlukan media penghantar. Kita analogikan dengan pemancar televisi, maka udara adalah media penghantar bagi sinyal televisi untuk diterima dan diproses menjadi gambar dan suara oleh pesawat televisi. Tanpa adanya media penghantar tidak akan mungkin sinyal bisa diterima. Begitu juga dengan proses pembelajaran, tidak akan mungkin berhasil tanpa adanya media penghantar pembelajaran. Media pembelajaran di sini bermakna luas. Artinya segala sesuatu yang bisa menghantarkan informasi materi pelajaran bisa dikatakan sebagai media pembelajaran.

Di masa sekarang ini, unsur TIK sudah mulai diterapkan dalam proses pembelajaran meskipun masih dalam prosentase yang kecil. Pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Penggunaan TIK adalah implementasi dari pembelajaran modern. Sudah saatnya kita mengintegrasikan TIK dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan TIK sebagai media pembelajaran bisa dijadikan alat untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas pendidikan. Namun demikian, masih banyak pendidik yang enggan memanfaatkan TIK dalam pembelajaran dengan berbagai macam alasan. Kita tidak perlu takut dengan TIK, karena seperti yang sudah dipaparkan di atas, teknologi sejatinya adalah untuk meringankan tugas manusia.

Dengan semakin populernya TIK, kita dituntut untuk bisa mengimbangi dengan cara menguasai TIK. Lebih jauh, kita diharapkan bisa menerapkan TIK untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, sehingga berimbas pada majunya pendidikan di Indonesia.

6 Responses to Penguasaan TIK Sebagai Kunci Pembelajaran Modern

  1. M Mursyid PW says:

    Akhirnya sampeyan buat blog juga. Bagus…! Ha ha ha …! Dari pada uneg2 hanya disampaiakan pada kotak komen blog orang lain lebih baik didokumentasikan di blog sendiri.
    Thank you, blog saya dah juga dipasang di widget Links. Blog ini juga akan segera saya taut di widget Sahabat blog saya. Tapi harus rajin update lho, ya!
    Lanjutkan, Pak. Mari kita ramaikan dunia maya dengan hal-hal positif.

    • He..he..he…200x
      Iya, Pak. Tingkat pemula, masih gragapan nyetting blog. Saya buat blog ini juga terinspirasi oleh blog panjenengan. Rame banget yang mampir, kayanya asik…
      Terima kasih sudah nge-link blog ini. Jangan kuatir Pak, saya akan tetep rajin uneg-uneg di blog panjenengan….

  2. M Mursyid PW says:

    Wah komennya pakai dimoderasi segala, seperti pejabat saja he he he…
    Kalau pengen ramai pengunjung sebaiknya lepas saja moderasi komennya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: